Kehidupan di panti asuhan ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan sebelumnya. Panti Asuhan bukan hanya tempat yang telah membesarkan dan merawat ku, tetapi juga tempat aku menuntut ilmu dan tempat yang telah mengajari ku tentang segala sesuatu yang bersangkutan dengan hidup (Berkehidupan), mengajari ku bertanggung jawab, agama, budi pekerti atau sopan santun, ekonomi, dan sosial.

Panti asuhan yang telah mengajari ku untuk hidup mandiri, tanpa bergantung pada orang tua dan saudara – saudara ku. Panti Asuhan yang telah mengajari ku hidup susah, yang membuat ku bisa merasakan apa yang telah di rasakan oleh orang lain, dengan saling berbagi dan saling memberi.

Aku……

Akulah anak asuh yang menginjak usia dewasa. Selangkah lagi……. Satu langkah lagi……. aku akan meninggalkan panti yang telah merawat dan mengajari ku tentang hidup.

selangkah lagi……. aku akan terpisah dari teman – teman se-asrama dan teman – teman Seventeen ku yang telah terpecah belah.

Seventeen …..????

Kalau harus mengingatnya, rasanya aku ingin tersenyum, tertawa, sedih, dan juga ingin sekali menangis. Kenangan yang telah berlalu,,,,, ingin sekali rasanya terulang kembali. Tapi semua itu tak mungkin terulang kembali. karena Seventeen yang selalu mengalah kini hanya tinggal kenangan.

Ingatkah Sobatku ?????

Seventeen terbentuk saat kita menunggu pengumuman kelulusan SMP, HmMm,,, gak di bolehin pulang membuat kita harus bersabar walau hati ini rasanya sakit,,,,,,

Akhirnya kini satu persatu anak seventeen keluar dan yang tersisa di sini hanya sebelas, :(  gak jadi seventeen lagi deh… Akankah,,,,,, Kita bisa bertemu lagi ???????

Ku harap keinginan terbesar ku dari seventeen bisa tercapai sebelum raga ini menghilang……..

AminNn…….