LAGU ANAK – ANAK

“Bangun tidur ku terus mandi…. tidak lupa menggosok gigi…. habis mandi ku tolong ibu…. membersihkan tempat tidur ku……”

Setelah kata “Habis Mandi” langsung membersihkan tempat tidur. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang.

“Naik kereta api,tut…tut…tut… Siapa hendak turut…. ke bandung….Surabaya…. bolehlah naik dengan percuma…ayo kawan ku lekas naik…. kereta ku tak berhenti lama.”

Nah, yang begini lebih parah !!! Mengajarkan anak – anak kalau sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus !

“Dipucuk pohon Cempaka…. burung kutilang berbunyi… bersiul – siul sepanjang hari dengan tak jemu – jemu…. menyamnguk – angguk sambil bernyanyi tri li…li…li…li…li….”

Realita yang sebenarnya, burung kutilang itu kalau bernyanyi bunyinya cuit…cuit….cuit…..

“Nina bobo…. oh nina bobo…. kalau tidak bobo digigit nyamuk….”

Menurut Psikolog, jadi sekian tahun anak – anak Indonesia diajak tidur dengan lagu yang penuh nada mengancam.

“Bintang kecil di langit yang biru….”

Bintangkan adanya malem, lah kalau malem mank warna langitnya biru???

“Pada hari minggu ku turut ayah ke kota….naik delman istimewa ku duduk di muka…..”

Nah, gak sopankan. Masa’ duduk di muka ?

“Cangkul – cangkul… cangkul yang dalam, menanam jagung di kebun kita…”

Kalau mau nanam jagung, Ngapain dalam – dalam ? Mank mau bikin sumur?

Akibat Ortu Pelit

Seorang bapak yang sangat pelit diajak anaknya untuk naik helicopter. Awalnya, si bapak tidak mau karena harus bayar, tapi karena sayang dengan anaknya, ia pun setuju.

Setelah sampai di helipad, pilot berkata,” Naik heli bayar 500 ribu, kalau anda bicara ketika di atas denda 1 juta. Tapi kalau bapak diam, saya beri 1 juta. Sang bapak berpikir sejenak, lalu berkata,”setuju”.

Setelah setuju, heli diterbangkan dengan cara maneuver jungkir balik. Ketika telah selesai dan mendarat, si pilot berkata, “wah, anda hebat tidak berbicara sepatah kata pun.” Si bapak menimpali,” sebenarnya saya mau bicara tadi, tapi takut di denda!” ” anda mau bicara apa?” kata si pilot. “anak saya jatuh!!!”