Aku melirik jam dinding, Hmm….

Sudah jam 17:00

Saatnya pulang……..😀

Aku mengambil tas,

“mbak….. pulang duluan ya !!!” ucap ku.

“Oh iya….. hati – hati ya,” jawab mbak Umi.

Aku keluar, di pinggir jalan aku menunggu angkot no.3 yang ingin ke perumnas. Berkali – kali ku tanya supir angkot, eh… ternyata mereka pada ke terminal batu ampar.

Huh….

Aku menarik nafas panjang. Tanpa ku sadari, di sebrang jalan ada seorang cowok yang mengawasi ku. Dia tersenyum. Aku pun tak bisa mengelak untuk membalas senyumannya.

Ku lihat, cowok itu mencoba mengatakan sesuatu, tapi aku tak tau apa yang dia katakan. Berulang kali dia mencoba mengatakan sesuatu, tapi aku tak paham juga. Yang ku tau dia bilang ada kata pulang selebihnya aku tak memahami isyarat mulutnya.

Sambil melayani pelanggan, dia terus berusaha mengatakan sesuatu. Tapi aku tetap tak paham. Aku berkata dengan bahasa isyarat, mencoba mengatakan kalau aku tak tau apa maksutnya.

Sampai akhirnya sebuah angkot no.1 berhenti di depan ku. Dua orang cewek berseragam abu – abu turun dari angkot. Mereka teman seasrama ku, anak kembar, Lia dan Lina.

“Ngapain kamu roh ???” tanya Lia sembari melirik ke sebrang jalan.

Aku tersenyum.

“Cieh…. itukah master yang kamu bilang??? ha… ha… ha…”

“Jangan ketawa Li……!!”  (aku tersenyum) “Maniskan Li !!!” Kata ku.

“Yang mana sih??? oh, itukah ???” Lina melihat kesebrang jalan.

Dan ternyata Cowok di sebrang juga lagi senyum lihat kami. Dia mengatakan sesuatu lagi, dan lagi – lagi aku tak memahaminya. Yang ku tahu, dia menyuruh kami mampir. Tapi mana bisa….. sudah sore saatnya kami pulang.🙂

“Maniskan Li…..” kata ku pada Lina.

“Iya,,,,, kaya’ Lucky Perdana !!!” kata Lina. Sontak aku tersenyum.

“Apanya???? Senyumnya????” Tebak ku begitu mendengar mirip uky.

Lina tersenyum. Cowok di sebrang jalan…… pasti mau kenalan juga sama kembar, Kalau aku,,,, dia sudah tau. Tapi sayangnya aku tak tahu menahu tentang dia. Nama dia siapa ??? aku tak tau…… Jadi aku panggil dia master !!!

Aku melihat ke sebrang, dia tersenyum. Aku cuma bisa membalas senyumnya.

“Ku kira Rokhimah ngomong sama siapa tadi….. ku liatin dari jauh kok ngomong sendiri ??? Owh…. Ternyata ada itu toh ???” Kata Lina mencoba menggoda.

“Hemm…. Pantesan betah disini, sampai nggak mau keluar.” Kata Lia.

Aku tersenyum. Ya !!! Aku mencoba bertahan tetap magang disini, semata – mata karna ada dukungan dari Master. Kalau nggak ada Master, aku bakal minta pindah tempat magang.

Sebuah angkot nomor 3 berhenti didepan kami.

“Perumnas, Om ???” tanya Lina.

Supir itu mengangguk, aku dan kembar segera naik.

“Say Good Bye, dulu !!!!”

Aku menoleh kearah Master, dia masih saja melihat kearah kami. Aku segera melambaikan tangan ku sembari tersenyum, dan Master membalas  senyuman ku dan ikut melambaikan tangannya.

Yes !!! 😀

“Ha…. ha….. ha…. !!!” Aku tertawa.