Saat di Kantine ……

Aku dan Antoni lagi asyik makan Mie Ayam Pangsit kesukaan kami. Rasanya lezat banget ! Apa lagi ditambah minumnya Teh Botol Sosro.mungkin bagi orang lain makanan ini biasa banget, tapi bagi aku dan Antoni makanan ini luar biasa.

Saat kami berdua lagi asyik makan, seorang cewek duduk di samping Antoni.

“Hey… Cowok ! Nama loe Nico Antoni kan? Kenalin dong, nama gue Alies Olifia. Panggil aja Alies. Gue tuh cewek yang paling cantik di sekolah ini, makanya cowok – cowok pada ngejar – ngejar gue, Hi…hi… hi…”Kata Alies kepedean. Sesekali alies melirik ku.

Sedangkan aku hanya duduk memperhatikan mereka sambil makan mie ayam. Ku lihat Antoni tetap asyik pada mie ayamnya, tak memperdulikan omongan Alies.

“Eh, bay the way… bentar lagi gue Sweet Seventeen loh ! tanggal 13 juli besok. Jangan lupa kasih kado buat gue ya. Coz… cowok – cowok lain pada ngasih gue kado, masak loe nggak sih, he..he… Oh ya, menurut gue, loe mirip sama Lucky Perdana. Potongan rambut loe, wajah loe, body loe, emm… apa lagi ya ? oh! Senyum loe! Manis banget kaya’ Lucky Perdana.” Kata Alies panjang lebar , tapi Antoni tetap cuek.

‘Masa’ sih Antoni mirip Lucky?’ aku jadi tertarik memperhatikan Antoni, wajahnya, rambutnya, gayanya, body nya….. yup! Mirip !Kok aku baru sadar ya? Pada hal aku sudah mengenal Antoni lama sekali, dan Lucky Perdana itu cowok idola ku.

“Bokap gue seorang pengusaha terkenal loh, itu loh… yang punya stasiun TV produksi Sinema Art. Bokap gue kenal sama Lucky Perdana, gue juga kenal sama dia. Bahkan Lucky pernah nembak gue, tapi gue tolak. Sekarang gue baru nyesel udah nolak Lucky.” Kata Alies lagi, dia tak peduli kalau Antoni tak menghiraukannya.

Sampai – sampai aku dan Antoni sudah selesai makan mie ayam, bahkan teh botol Sosro sudah habis tak tersisa, tinggal botolnya doang.

“Semenjak Lucky Perdana main di sinetron Candy, gue beneran jadi cinta mati sama dia.”

Antoni berdiri dan melirik Alies, membuat Alies tersenyum.

“Gak nanya !” Ucap Antoni singkat, lalu menarik tangan ku, pergi. Sedangkan wajah Alies jadi cemberut mendengar reaksi Antoni.

Aku berjalan mengikuti Antoni, sambil menahan tawa ku, coz… dari tadi Alies ngomong tapi di kacangin sama Antoni. Pasti Alies marah dan malu banget deh….. ha… ha… ha…

Sampai tak terasa aku dan Antoni sudah ada di koridor sekolah. Tapi mimic muka Antoni masih cemberut.

“Crewet banget sih cewek tadi, ngomong panjang lebar gak ada henti – hentinya. Nggak capek apa mulutnya? Kalau kita masih ada di situ, dia pasti masih nyerocos. Cos..cos…cos… Mending kek kalau yang di omonginnya itu ada manfaatnya !” Antoni ngomel – ngomel kesal.

Aku hanya diam saja, sampai kami berdua tiba dikelas. Di depan pintu kelas ada Kevin yang sedang ngobrol dengan Ipung.

Kevin adalah anak kelas 3 IPA yang paling keren di kelasnya.dia anak orang kaya, setiap ke school bawaannya mobil. Makanya cewek – cewek pada ngincer dia, termaksut Alies. Tapi sayangnya Kevin nggak mudah jatuh cinta, meskipun dia deket sama cewek – cewek.

“Meosi !” Kevin memanggil ku.

Aku berhenti di depan pintu kelas, sedangkan Antoni masuk ke dalam kelas. Ku biarkan Antoni melepaskan emosinya.

“Siapa dia? Anak baru ya?” tanya Kevin sambil melirik Antoni.

“Yup! Dia baru masuk sekolah hari ini,namanya Antoni. Dia tuh teman kecil gue loh,”jawab ku.

“Teman kecil apa teman kecil?” goda Kevin.

Aku tersenyum, memang Antoni teman kecil ku kok.

“Kok kaya’nya dia lagi marah, lagi ada masalah sama loe ya?” selidik Kevin sambil memperhatikan Antoni dari luar.

“Dia emang lagi marah, tapi bukan sama gue.”

“Marah sama siapa dong….”

“Sama cewek pujaan loe, si Alies !”

“Alies emang seneng bikin orang kesel, gue aja selalu kesel kalau dia yang dekatin. Udah crewet, matre’, so’ cantik, narsis, manja, ih… pokoknya nggak banget deh. Amit – amit kalau dia jadi cewek pujaan gue!” kata Kevin menunjukan wajah ilfil nya.

“Jangan gitu vin…meskipun menurut loe dia tuh seperti yang loe sebutin tadi, tapi banyak juga kok cowok yang suka sama dia, karna dia tuh cantik, seksi, putih, kaya, body nya keren, pokoknya sempurna deh ! dan kebanyakan cowok suka sama cewek yang cantik dan seksi kaya Alies. Ya kan?”

“Emang sih dia cantik, seksi, tapi kok dia nggak sadar juga kalau cowok – cowok cuma manfaatin dia.”

“Maksut loe?”

“Iya, mereka cuma memanfaatkan tubuh dan kecantikan Alies. Tapi sejujurnya mereka rata – rata nggak suka sama sifatnya yang crewet dan manja. Contohnya si Ipung, ya nggak pung?” Kevin merangkul pundak Ipung, lalu dia lepas lagi.

Ipung tersenyum licik.

“Yo’i man! Sayang banget kalau cewek seseksi Alies dibiarkan begitu saja,”kata Ipung sambil mengelus – ngelus dagunya, membayangkan tubuh Alies.

Aku tersenyum kecut, jangan sampai deh aku jadi cewek yang hanya ingin di manfaatkan sama cowok – cowok.

Tiba – tiba saja Ipung merangkul pundak ku, lalu mendekatkan bibirnya ketelingaku dan berbisik,

“Tapi loe nggak kalah seksi dari Alies, apa lagi kalau loe bisa bikin gue puas malam ini.”

Aku segera menepis tangannya.

“Bangsat !!! jaga mulut loe! Gue bukan cewek gampangan tau!” kata ku yang kemudian mendaratkan sebuah tamparan ke pipi nya.

Sontak, teman – teman yang ada di sekitar kami menoleh dan memperhatikan kami. Ipung kesakitan, dia memegangi pipinya yang merah, karna tamparan dari ku.

Dia mundur menjauhi ku, rauk mukanya menunjukan rasa amarahnya, dan matanya menatap ku tajam, yang kemudian mengangkat jari tengah tangan kanannya, ( Fuck You ! )

“Bangsat !” teriak ku.

Aku berhak marah,karna aku bukan cewek bispak yang bisa siap pakai setiap saat. Sementara itu, ku lihat Kevin dari tadi menahan tawanya. Aku yang sedang marah pada Ipung langsung memelototi Kevin.

“Loe juga mau gue tampar !?” bentak ku pada Kevin.

“Eh, jangan! Gue kan nggak ngapa – ngapain loe,”kata Kevin ketakutan.Tapi dia nggak pergi – pergi juga dari hadapan ku, malah menepuk – nepuk pundak ku, mencoba menenangkan ku.

“Gue salut sama loe !” Kata Kevin sambil tersenyum.

“Salut kenapa?”

“loe berani ngelawan cowok yang mau macem – macem sama loe, nggak kayak cewek lain, diajak gitu – gituan mau aja.”

“Emangnya loe pernah ngajak cewek main?”tanya ku.

“Main apa dulu? Main petak umpet, main kejar – kejaran, main tembak – tembakan, main game, main kelereng ?”

“Main petak umpet didalam selimut !”

Ha… ha…. Ha…..

Aku dan Kevin tertawa.

“kalau main gitu – gituan sih, gue belum berani. Resikonya terlalu berat.”

“Uh…. Cemen loe !”

Kevin mendekatkan mulutnya ke telinga ku.

“Emang loe mau coba?” bisiknya sambil menyenggol lengan ku.

“Bangsat !”Ucap ku sambil memukul lengannya.

Kevin hanya tertawa, aku juga tak marah karna aku tau dia cuma bercanda.