Bosan, bete, ngantuk setengah mati.. Itulah yang saya rasakan sampai pertengahan babak pertama laga Brasil vs Korea Utara di Ellis Park Stadium, Johannesburg, tadi malam. Gimana nggak? Sekitar tiga jam sebelumnya, selama 90 menit, saya harus menyaksikan pertandingan Portugal melawan Pantai Gading yang berakhir kacamata alias tanpa gol alias 0-0.

Tapi penantian saya terbayar juga. Douglas Maicon memecahan kebuntuan Brasil. Menghadapi penampilan ngotot dan super disiplin Korea Utara, bek Inter Milan itu mencetak gol di menit ke-55. Inilah gol yang menurut saya paling indah sejauh ini.

Elano melihat Maicon yang berlari kencang dari sisi kanan. Ia memberikan umpan terobosan langsung ke kota penalti. Maicon tak berhenti, ia menendang bola yang hanya berjarak kurang dari 50 cm dari garis lapangan itu dengan keras. Hasilnya bola meluncur deras dan berbelok masuk ke gawang. Kiper Ri Myong-guk sama sekali tak menyangka. (Saya juga tak menyangka, Maicon sebenarnya menendang langsung atau memberi umpan). Tapi yang penting GOL…

http://www.youtube.com/watch?v=ueXKzVobToQ&feature=player_embeddedMaicon terlihat sangat emosional usai mencetak gol. Maklum, inilah gol pertama pemain 28 tahun itu di ajang Piala Dunia. Total kini dia sudah mencetak enam gol di 59 penampilan.

Gol ini juga untuk pertama kalinya — setelah 24 tahun — diciptakan seorang bek kanan Brasil. Terakhir kali dilakukan Josimar saat menundukkan Polandia 4-0 di babak kedua Piala Dunia Meksiko, 15 Juni 1986. Uniknya, gol Josimar itu juga tercipta di menit ke-55.

Brasil akhirnya memenangkan pertandingan setelah Elano menambah gol kedua di menit ke-72. Meski gawang Julio Cesar juga harus kebobolan lewat Ji Yun-nam di menit ke-89. Hasil ini membuat Brasil untuk sementara memimpin klasemen Grup G dengan nilai 3, disusul Portugal dan Pantai Gading (1), serta Korut (0).

Foto: Ian Walton/Getty Images