JAKARTA, TRIBUN – Menanggapi beredarnya video mesum vokalis Feather band Ariel Peterpan dan artis Luna Maya, pakar telematika Ruby Alamsyah menuturkan bahwa mudah untuk mengenali apakah benar Luna Maya dan Ariel yang berada pada video mesum tersbut.

“kasus seperti itu (video mesum) sudah sangat umum terjadi, tidak sulit untuk mengidentifikasi pelakunya” tutur Ruby Alamsyah kepada Tribunnews, Jumat (4/6) .

Para pengamat telematika di hampir di seluruh dunia, umumnya menggunakan sebuah software komputer yang bernama “Face Recognition. ” Sebuah program komputer yang dapat mengenali perbagian dari wajah seseorang, tentunya hal tersebut dapat dilakukan jika ada data pembanding dari si pelaku di dalam video. menurut Ruby, umumnya para para polisi cyber crime menggunakan softwere tersebut untuk mengungkap kejahatan.

Selain menggunakan program tersebut, juga terdapat cara lain yang relatif efektif untuk mengidentifikasi wajah seseorang. Dengan menggunakan analogi gambar dari orang yang dicurigai sebagai pelaku video mesum, perbagian dari wajah pelaku dalam video dapat dikenali dengan mudah. Sebagai data untuk proses pengadilan, umumnya para pakar telematika akan menggunakan cara gabungan dari cara tersebut.

“banyak hal yang dapat diungkap dari video mesum itu” tutur Ruby.

Dari resolusi video tersebut, dapat disimpulkan bahwa video itu dibuat dengan menggunakan kamera dari sebuah telepon seluler. Selain itu, melihat judul dari file video tersebut, dapat diduga memang  sang penyebar video tesebut menamai file video itu agar mudah diakses oleh banyak orang.

“saya saja hanya membutuhkan waktu sekitar empat menit dari mulai menuliskan keywords pada search enggine hingga selesai mengunduh video tersebut” kata Ruby

Umumnya, video mesum pribadi yang dapat tersebar ke masyarakat dapat terjadi karena keteledoran sang pemilik video tersebut yang menyimpannya di Hand Phone. Mulai dari pindah tangan kepemilikan hand phone tanpa menghapus file video, hingga mencurinya ketika tanpa sadar ketika bluetooh hand phone diaktifkan.

“yang bisa dijerat hukum adalah sang penyebar, jika memang si pelaku dalam video mesum itu tidap pernah menyebarkan, maka cukup sulit untuk mereka (pelaku video mesum) dijerat pasal karena merekam adegan tersebut.” Pungkas Ruby.

Nama Ruby Alamsyah mulai menguak tatkala ia melakukan demonstrasi untuk pembobolan ATM, dan juga kasus Roy Suryo yang menyerang dirinya.Ruby Alamsyah merupakan pakar telekomunikasi, eks teknokrat yang dipakai oleh Polri untuk membantu dalam menanangani proses penyelidikan yang berkaitan dengan teknologi informasi.(Tribunnews)