Jum’at 15 Oct ‘10

Tumben hari iniaku mau solat lebih awal, entah apa yang mendorong ku untuk segera mengambil air wudhu. Yah… mungkin slah satu faktornya karna ada yang bilang kalau mati air, Awalnya memang begitu, tapi setelah aku selesai wughu di bak, ternyata air di keran ngalir lagi. Alhamdulillah….             Solat lebih awal, entah mengapa aku ingin solat lebih awal.

“Hey… Kata pak Ipul kita dipulangkan !” seseorang berkata didepan pintu.

“Lho.. kok pulang sih, ?” tanya seorang anak didalam musolah.

“Mati air, kita disuruh pulang aja…” jawabnya.

Dalam hati ku memberontak, ‘kok pulang sih? Apa sangkt pautnya sekolah ama mati air? Masa’ mentang – mentang mati air disuruh pulang? Kalau emang bener niat solat, kan bisa tayamum.’

“Padahal wc dibelakang Lab juga ngalir loh… ngapain sih pake pulang ?”

Huh… dasar skul gak beres, dah kelas tiga, mo ngadapin ujian, tapi gurunya gak pernah masuk. Hari ini aku benar – benar nganggur, yang seharusnya pelajaran jurusan, Tapi… tersia – siakan!

Aku takut gak lulus karna gak punya persiapan, Tapi jangan sampai deh…  Ya Allah, Sesungguhnya engkau tau, tahun bagian ku ini adalah tahun dimulainya jurusan TKJ. Jadi hambamohon pada muya Allah, dengan kekuasaan mu, hamba mohon bantu kami agar bisa lulus.

Ya Allah, untuk ucapan yang pernah aku ucapkan pada salah satu teman ku, sesungguhnya ucapan itu terucak karna rasa emosi. Tapi hamba sungguh tak ingin ada yang tertingal diantara kami, Na’udzubillah…  Ya allah, dengan kekuasaan mu, hamba yakin, kami pasti lulus !

Aku terdiam, teringat Roby dan Eko. Mantan anak SMA MU_One. Mereka sudah berubah. Akankah aku bisa berubah jika sudah kerja kelak ? Bertemu dengan mereka tak akan terjadi jika aku tiodak bolos dari majlis ta’lim. Yah…sejak aku magang sampai sekarang, aku tak pernah mau ikut majlis ta’lim. Entah setan apa yang merasuki ku, sehingga…

“mulai brutal ya….” Kalimat itu terucap dari bibir ijal. Mulai brutal ? Nggak !!! ini bukanlah permulaan, aku begini sejak magang. Jadi bukan lagi brutal, tapi sudah brutal. Yah… akubisa maklum karna slama ini kami beda tempat majlis. Tapi yang terus mengganggu pikiran ku,

‘Begini ya, penilaian orang terhadap aku?’

Ini memang bukan yang pertama kalinya aku bolos, dari awal aku memang suka bolos. Terutama di mata pelajaran yang tidak aku sukai, seperti majlis ta’lim.

Sekarang pasti teman – teman Q menilai, akulah si gadis kalem yang brutal. Lalu, pendapat apa lagi yang mereka tujukan pada ku?