Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu guru meningkatkan situasi belajar mengajar, baik secara individual maupun kelompok. Sahertian (1982:45) teknik – teknik dalam supervisi pendidikan antara lain,

A.  Teknik yang bersifat Individual

  1. Perkunjungan Kelas

Kepala sekolah/supervisor datang ke kelas untuk melihat cara guru mengajar di kelas.

2. Tujuan

Tujuan dari perkunjungan kelas adalah untuk memperoleh data mengenai keadaan sebenarnya selama guru mengajar. Supervisor dapat berbincang-bincang dengan guru tentang kesulitan yang dihadapi guru-guru. Selain itu menurut Burhanuddin, dkk (2007: 119) selama kunjungan kelas kepala sekolah dan pengawas antara lain dapat:

1)   Mempelajari kekuatan dan kelemahan pelaksanaan kegiatan pembelajaran untuk pengembangan dan pembinaan lebih lanjut

2)   Mengidentifikasikan kendala yang dihadapi sewaktu melaksanakan suatu pembaharuan pengajaran

3)   Secara langsung mengetahui keperluan guru dan siswa dalam melaksanakan suatu gagasan belajar mengajar secara efektif

4)   Memperoleh sejumlah informasi untuk menyusun program pembinaan profesional secara terinci

5)   Menumbuhkan sikap percaya diri guru untuk berbuat dan melaksanakan pembelajaran yang lebih baik

3. Fungsi

Fungsi dari perkunjungan kelas adalah sebagai alat untuk mendorong guru agar meningkatkan cara mengajar guru dan cara belajar siswa.

4. Jenis – Jenis Perkunjungan

1)   Perkunjungan tanpa diberi tahu (unannounced visitation)

2)   Perkunjungan dengan cara diberi tahu lebih dulu (announced visitation)

3)   Perkunjungan atas undangan guru (visit upon invitation)

       5. Bentuk kunjungan dapat dilakukan dengan cara menurut Burhanuddin, dkk (2007: 119)

1)   Kepala sekolah atau pengawas merencanakan kunjungn dengan memberitahukan guru sebelum kunjungan.

2)   Kepala sekolah atau pengawas merencanakan kunjungan tanpa memberitahukan lebih dahulu kepada guru yang bersangkutan

Guru mengundang kepala sekolah atau pengawas untuk mengadakan kunjungan.

  1. Observasi Kelas

Melalui perkunjungan kelas, supervisor dapat mengobservasi situasi belajar-mengajar yang sebenarnya. Ada 2 macam observasi kelas antara lain,

Observasi langsung dan Observasi tidak langsung.

  1. Tujuan observasi

1)   Untuk memperoleh data yang subjektif.

2)   Bagi guru sendiri dapat membantu untuk mengubah cara-cara mengajar ke arah yang lebih baik.

3)   Bagi murid-murid dapat menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka.

  1. Hal-hal yang perlu di observasi

1)   Usaha serta kegiatan guru dan murid.

2)   Lingkungan sosial, fisik sekolah, baik di dalam maupun di luar kelas dan

faktor penunjang lainnya.

  1. Percakapan Pribadi ( individual conference)

Dalam percakapan pribadi antara seorang supervisor  dengan seorang guru kedua-duanya berusaha berjumpa dalam pengertian tentang mengajar yang baik. Yang dipercayakan adalah usaha-usaha untuk memecahkan problema yang dihadapi oleh guru.

a. Tujuan

1)   Memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan – kesulitan yang di hadapi.

2)   Memupuk dan mengembangkan hal mengajar yang lebih baik lagi

3)   Memperbaiki kelemahan – kelemahan dan kekurangan – kekurangan guru

dalam melaksanakan tugasnya di sekolah.

4)   Menghilangkan dan menghindari segala prasangka yang bukan – bukan.

  1. Jenis – jenis Percakapan Pribadi

1)   Percakapan pribadi setelah kunjungan kelas (Formal)

2)   Percakapan pribadi melalui percakapan biasa sehari – hari (Informal)

  1. Saling Mengunjungi Kelas (Intervisitation)

Yang dimaksud dengan intervisitation ialah saling mengunjungi antara guru yang satu kepada yang lain yang sedang mengajar.

  1. Kebaikan-kebaikan intervisitation

1)   Memberi kesempatan mengamati rekan lain yang sedang memberi pelajaran

2)   Membantu guru-guru yang ingin memperoleh pengalaman atau keterampilan tentang teknik dan metode mengajar

3)   Memberi motivasi yang terarah terhadap aktivitas mengajar

4)   Sifat bawahan terhadap pimpinan tidak ada sehingga diskusi dapat berlangsung secara wajar dan mudah mencari penyelesaian sesuatu persoalan yang bersifat musyawarah.

  1. Jenis-jenis intervisitation

1)   Supervisor mengarahkan dan menyarankan kepada guru untuk melihat rekan-

rekan guru yang lain mengajar. Guru yang ditunjuk adalah guru yang memiliki

keterampilan dan keahlian dalam mengajar.

2)   Kepala sekolah mengajukan agar guru-guru saling mengunjungi rekan-rekan di

kelas atau sekolah lain.

  1. Menilai Diri Sendiri (Self Evaluation Check List)

Self Evaluation Check List merupakan kemampuan untuk menilai diri sendiri dalam hal mengajar. Tipe dari teknik ini yang dapat dipergunakan antara lain berupa:

  1. Suatu daftar pandangan atau pendapat yang disampaikan kepada murid-murid

untuk menilai pekerjaan. Biasanya disusun dalam bentuk pertanyaan secara

tertutup maupun terbuka

  1. Menganalisa tes-tes terhadap unit-unit kerja
  2. Mencatat aktivitas murid-murid dalam suatu catatan (record) baik mereka

bekerja secara kelompok atau individu.

  1. B.  Teknik-teknik yang bersifat Kelompok

Tehnik-tehnik yang yang bersifat kelompok ialah tehnik-tehnik yang digunakan itu dilaksanakan bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam suatu kelompok.

  1. Pertemuan orientasi bagi guru baru ( orientation meeting for new teacher)

Pertemuan itu ialah salah satu daripada pertemuan yang bertujuan khusus mengantar guru-guru untuk memasuki suasana kerja yang baru. Pertemuan orientasi ini bukan saja guru baru tapi juga seluruh staf guru.

Hal-hal yang disajikan dalam pertemuan orientasi ini meliputi:

  1. Sistem kerja sekolah itu
  2. Proses dan mekanisme administrasi dan organisasi sekolah
  3. Biasanyadiiringi dengan tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi sekolah
  4. Sering juga pertemuan orientasi ini diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi kelompok, loka-karya selama beberapa hari, sepanjang tahun.
  5. Ada juga melalui perkunjungan ke tempat-tempat tertentu
  6. Makan bersama
  7. Tempat pertemuan
  8. Guru baru tidak merasa asing tetapi ia merasa diterima dalam kelommpok guru.
  1. Panitia Penyelenggara

Para pelaksana yang dibentuk untuk melaksanankan suatu tugas kita sebut sebagai panitia penyelenggara. Panitia ini dalam dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan sekolah kepadanya, banyak mendapat pengalaman-pengalaman kerja. Berdasar pengalaman-pengalaman itu guru-guru dapat bertambah dan bertumbuh dalam profesi mengajarnya.

  1. Rapat Guru

Rapat guru sebagai salah satu teknik supervisi untuk memperbaiki situasi belajar dan  mengajar.

Macam-macam rapat guru:

  1. Menurut Tingkatannya

1)   Staff-meeting yaitu rapat guru-guru dalam satu sekolah yang dihadiri oleh

seluruh atau sebagian guru di sekolah tersebut.

2)   Rapat guru bersama orang tua murid atau murid-murid/ wakilnya.

3)   Rapat guru sekota, sewilayah, serayon, dari sekolah-sekolah yang sejenis dan

setingkat.

  1. Menurut Waktunya

1)   Rapat permulaan dan akhir tahun

2)   Rapat periodik

3)   Rapat- rapat yang bersifat insidental

  1. Menurut Bentuknya

1)   Individual Conference

2)   Diskusi

3)   Seminar dan simposium

4)   Up-grading selama satu atau beberapa hari

5)   Workshop

4. Studi Kelompok Antar Guru

Guru – guru dalam mata pelajaran sejenis berkumpul bersama untuk mempelajari suatu masalah atau sejumlah bahan pelajaran. Pokok bahasan telah ditentukan dan diperinci dalam garis-garis besar atau dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan pokok yang telah disusun secara teratur.

5. Diskusi Sebagai Proses Kelompok

  1. Diskusi

Pertukaran pendapat tentang sesuatu masalah untuk dipecahkan bersama.

  1. Pembatasan dan ciri kelompok,

Kelompok terdiri dari dua atau lebih individu yang bersama – sama memecahkan beberapa masalah yang umum yang tidak dapat dipecahkan sendiri.

  1. Kepemimpinan dalam kelompok

Kelompok yang efektif bila ada pemimppin yang cakap untuk melakukan fungsinya. Fungsi kepemimpinan kelompok yang baik adalah merupakan syarat yang utama untuk mencapai hasil yang memuaskan. Fungsi itu antara lain:

1)   Melihat bahwa anggota-anggota senang dengan keadaan tempat yang disediakan.

2)   Melihat bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh semua orang.

3)   Mengakui peranan tiap anggota yang dipimpinnya.

4)   Melihat bahwa kelompok itu merasa diperlakukan atau diikutsertakan untuk mencpai hasil bersama.

6. Tukar Menukar Pengalaman (Sharing of Experience)

Di dalam tehnik ini kita berasumsi bahwa guru-guru adalah orang-orang yang sudah berpengalaman. Melalui perjumpaan diadakan tukar menukar pengalaman, saling memberi dan menerima, saling belajar satu dengan yang lain.

  1. Prosedur sharing:

1)   Tentukan tujuan yang akan dicapai.

2)   Tentukan pokok masalah yang akan dibahas dalam bnetuk problema.

3)   Berilah kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pendapat mereka.

4)   Rumuskan kesimpulan sementara dan lemparkan problema baru.

  1. Tujuan

Agar seorang guru dapat belajar dari pengalaman temannya dalam membimbing murid.

7. Lokakarya (Workshop)

Workshop adalah tempat yang di dalamnya orang dapat belajar sesuatu dengan jalan menemukan problema yang merintangi kelancaran suatu pekerjaan dan mencari jalan untuk menyelesaikan problema tertentu.

  1. Ciri – ciri workshop:

1)   Masalah yang di bahas bersifat “life centered” dan muncul dari peserta sendiri.

2)   Selalu menggunakan sejauh mungkin aktifitas mental dan fisik agar tercapai tarap pertumbuhan profesi yang lebih tinggi dan lebih baik dari semula.

3)   Cara yang digunakan ialah metode pemecahan masalah “musyawarah dan penyelidikan”.

4)   Musyawarah kelompok diadakan menurut kebutuhan.

5)   Menggunakan resource person dan resource materials yang memberi bantuan yang besar sekali dalam mencapai hasil yang sebaik – baiknya.

6)   Senantiasa memelihara kehidupan yang seimbang di samping memperkembangkan pengetahuan, kecakapan, perubahan tingkah laku.

  1. Jenis – jenis workshop:

1)   Berdasarkan lembaga/organisasi

2)   Berdasarkan waktu

3)   Berdasarkan sifat

  1. Prosedur pelaksanaan

1)   Merumuskan tujuan workshop (output yang akan dicapai).

2)   Merumuskan pokok – pokok masalah yang akan dibahas secara terperinci

3)   Menentukan prosedur pemecahan masalah

  1. Materi Yang Akan Dibahas

Sebaiknya ada suatu guide-book yang berisi penuntun bagi para peserta didik.

8. Diskusi Panel

Panel Diskusi (panel discussion) atau disebut juga “forum discussion” atau kadang – kadang disebut”round table discussion” adalah suatu bentuk diskusi yang dipentaskan di hadapan sejumlah partisipan atau pendengar.

  1. Tujuan panel

1)   Untuk menjajaki suatu masalah secara terbuka agar supaya dapat memperoleh lebih banyak pengetahuan dan pengertian tentang masalah tersebut dari berbagai sudut pandangan.

2)   Untuk menstimulir para pendengar dan participant agar mengarahkan perhatian terhadap masalah yang dibahas, melalui dinamika kelompok sebagai hasil interaksi daripada panelist.

  1. Peranan dalam panel

1)   Moderator

Bertugas mengantarkan problema yang akan didiskusikan, menstimulur para panelist untuk mengetengahkan pendapat, mengatur kontinuitas pemikiran dan pembicaraan.

2)   Panelist

Panelist adalah orang-orang yang dianggap menguasai pengetahuan yang luas tentang bidangnya.

3)   Expert

Orang-orang yang ahli dalam bidangnya dan bersedia memberi penjelasan bila moderator meminta untuk memecahkan suatu masalah yang pelik.

4)   Participant

Para pendengar dan participant mengikuti diskusi yang dipentaskan itu.

5)   Audience

  1. Prosedur Panel

1)   Moderator mengantarkan problema secara umum

2)   Moderator menimbulkan problema secara bertahap (satu demi satu)

3)   Secara spontan terjadilah diskusi antara para panelist

4)   Moderator berfungsi mengantarkan setiap problema, supaya tetap dalam ruang lingkup pembahasan

5)   Setiap problema yang sudah dibahas dirumuskan kembali dalam bentuk kesimpulan sementara

6)   Setelah itu moderator mengajukan problema baru untuk mendiskusikan dan seterusnya.

7)   Pada akhirnya moderator merumuskan pokok – pokok diskusi yang akan dibahas bersama dalam kelompok seluruh.

9. Seminar

Arti asli ialah menabur. Ada dua arti yang biasanya dihubungkan dengan perkataan seminar yaitu, sebagai tempat belajar yang juga disebut seminar dan

suatu bentuk mengajar belajar berkelompok di mana sejumlah kecil (antara 10 – 15) orang mengadakan pendalaman atau penyelidikan tersendiri bersama – sama terhadap berbagai masalah dengan dibimbing secara cermat oleh seorang atau lebih pengajar pada waktu tertentu.

  1. Tujuan

untuk mengadakan intensifikasi, integrasi serta applikasi pengetahuan, pengertian dan ketrampilan para anggota kelompok dalam satu latihan yang intensif dengan mendapat bimbingan yang intensif pula.

  1. Pelaksanaan

1)   seminar dilaksanakan sebagai suatu bentuk mengajar – belajar. Jumlahnya 10 – 15 orang

2)   persoalan yang diseminarkan harus dirumuskan dalam pertemuan kelompok, dengan atau tanpa bantuan pengajar sebagai pemimpin seminar.

3)   Seminar diselenggarakan untuk dan oleh peserta sendiri (meskipun pengajaran yang baik tentu harus bisa menarik pelajaran untuk dirinya sendiri dari seminar – seminar yang dibimbingnya).

4)   Ruang seminar sebaiknya tidak terlalu besar dan diatur sedemikian rupa sehingga pengikut – pengikutnya bisa saling berhadapan untuk menciptakan situasi yang akrab dan informal.

10. Simposium

Simposium berasal dari perkataan Yunani purba syn (dengan) dan posis (minum) yang menunjuk kepada salah satu kebiasaan pada jaman itu, di mana setelah suatu pesta berkhir para hadirin tidak segera meninggalkan tempat, akan tetapi duduk – duduk bersandar minum anggur dan menonton tarian – tarian atau mendengarkan musik dengan diselingi pertukaran pikiran, sebagai semacam hiburan intelektual.

Tujuan, mereorganisir pengertian dan pengetahuan tentang aspek – aspek sesuatu pokok masalah, atau untuk mengumpulkan dan memperbandingkan beberapa sudut pandangan yang berbeda – beda tentang pokok masalah tersebut.

11. Demonstration Teaching

Dikatakan sebagai suatu teknik yang bersifat kelompok bilamana supervisor itu memberi penjelasan-penjelasan kepada guru-guru tentang mengajar yang baik setelah seorang guru yang baik memberikan penjelasan kepada guru-guru yang dikunjungi sebelumnya. Dikatakan sebagai teknik yang bersifat perorangan jika supervisor menggunakan suatu kelas dan memberikan penjelasan tentang teknik mengajar yang baik bagi seorang guru.

Demonstrasi mengajar yang baik bukan “berhasil atau tidak” hal itu harus direncanakan dengan teliti dan mempunyai suatu tujuan tertentu, memberikan suatu kesempatan kepada guru – guru untuk melihat metode – metode mengajar yang baru atau yang berbeda.

12. Perpustakaan Jabatan

Di setiap sekolah diusahakan perpustakaan jabatan sendiri yang berisi buku – buku, majalah, brosur dan bahan – bahan lainnya yang telah diseleksi dengan teliti mengenai suatu bidang studi, sehingga dapat memperkaya pengetahuan dan pengalaman guru dalam profesi mengajar.

13. Bulletin Supervisi

Supervisi bulletin ialah salah satu alat komunikasi dalam tulisan yang dikeluarkan oleh staf supervisor yang digunakan sebagai alat untuk membantu guru – guru dalam memperbaiki situasi belajar – mengajar.

  1. Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam penerbitan:

1)   Bentuk harus menarik

2)   Tersusun dengan rapi

3)   Karena akan dijadikan dokumen maka kertasnya yang baik tahan lama dan alangkah baiknya dijilid.

  1. Waktu penerbitan:

1)   Mingguan

2)   Bulanan

3)   Triwulan bulan

4)   Tahunan

14. Membaca Langsung (directed reading)

Di sekolah cukup banyak buku – buku sumber yang berhubungan dengan satu bidang studi atau pengetahuan profesi mengajar lainnya, maka teknik yang paling sederhana namun sulit dilaksanakan ialah membaca langsung dan terbimbing.

15. Mengikuti Kursus

Mengikuti kursus sebenarnya bukan suatu tehnik melainkan suatu alat yang dapat membantu guru mengembangkan pengetahuan profesi mengajar dan menambah ketrampilan guru dalam memperlengkapi profesi mereka.

16. Organisasi Jabatan (Professional Organisations)

Kelompok – kelompok jabatan yang diorganisir sesuai dengan minat dan masalah yang disukai menjadi salah satu yang paling kuat pengaruhnya untuk in service training baik pusat maupun daerah.

17. Curriculum Laboratory

Suatu tempat yang dijadikan pusat kegiatan dimana guru – guru memperoleh sumber – sumber materi untuk menambah pengalaman mereka dalam rangka program in service education.

  1. Dalam Lab. itu terdapat:

1)   Buku-buku dan majalah serta sumber-sumber belajar lainnya

2)   Bermacam-macam bahan pelajaran.

  1. Fungsinya

Tidak hanya sebagai sumber materi tapi juga sebagai tempat ppusat untuk guru-guru mengadakan penelitian, percobaan, dan temapt bekerja sambil belajar untuk memecahkan problema bersama. Tujuannya untuk menyediakan sumber – sumber materi yang berhubungan dengan peningkatan proses belajar mengajar.

18. Perjalanan Sekolah Untuk Anggota Staf (Field Trips)

Menurut sekolah modern, perjalanan sekolah adalah merupakan salah satu alat atau tehnik belajar bagi murid-murid. Tetapi menurut sekolah kolot berpendapat bahwa perjalanan sekolah atau field trip itu diadakan hanya sebagai selingan pelajaran, hanya sebagai cara melepaskan lelah sesudah belajar – mengajar beberapa lamanya.

  1. Macam-Macam Field Trip

Menurut Lester B. Sands (Sahertian, 1982:134) perjalanan sekolah dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

1)   Ekskursi (=excursion)

Perjalanan sekolah yang dilakukan suatu kelompok manusia, dengan tujuan mempelajari sesuatu secara menyeluruh.

2)   Study Trip atau Field Trip

Perjalanan sekolah yang khusus mempelajari sesuatu hal yang tertentu.

3)   Tour

Sejenis excursion yang memakan waktu yang agak panjang meliputi daerah yang luas.

  1. Nilai-nilai Field Trip

1)   Memberi pengalaman langsung

2)   Membangkitkan minat baru atau memperkuat minat-minat yang telah ada

3)   Memberi motivasi kepada guru

4)   Menanamkan kesadaran akan masalah-masalah yang ada

5)   Sebagai suatu penyegaran dalam pembinaan profesi.

 

Burhanuddin, dkk. 2007. Supervisi Pendidikan dan Pengajaran. Malang: Universitas Negeri Malang.

Sahertian, P.A. 1982. Prinsip dan Tehnik Supervisi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.